UBSI menggelar seminar Personal Branding yang digelar di Bekasi, membahas pentingnya kemampuan memperkenalkan nilai diri di tengah perkembangan digital. Dalam acara tersebut, Dery Kasisolusi mendorong mahasiswa untuk aktif menampilkan keunggulan pribadi agar prestasi dan kompetensi tidak tersamar oleh kebisingan informasi.

Di era digital yang serba terbuka, kata kunci yang menjadi fokus adalah kemampuan memperkenalkan diri kepada publik. Seminar menekankan bahwa memiliki kemampuan dan prestasi saja belum cukup jika tidak diikuti oleh upaya menonjolkan nilai diri yang relevan bagi audiens dan pasar kerja.
Mengapa Personal Branding Penting bagi Mahasiswa
Pesan Dery Kasisolusi dalam Seminar
Dery Kasisolusi mengajak mahasiswa untuk berani menunjukkan nilai diri. Ajakan ini menekankan sikap proaktif: bukan sekadar menunggu pengakuan, tetapi juga berusaha membuat kemampuan dan prestasi menjadi jelas bagi publik. Dalam konteks tersebut, keberanian untuk tampil bukan semata soal percaya diri yang tinggi, melainkan strategi komunikasi tentang apa yang menjadi keunggulan dan bagaimana hal itu dapat memberi manfaat bagi orang lain atau organisasi.
Tantangan di Era Digital
Perkembangan teknologi dan platform komunikasi membawa peluang sekaligus tantangan. Salah satu tantangan yang disinggung adalah bagaimana membedakan diri ketika jutaan informasi dan profil tersedia secara bersamaan. Seminar menggambarkan bahwa tanpa upaya sistematis untuk menjelaskan nilai diri, prestasi bisa luput dari perhatian meskipun kompetensi sudah teruji.
Upaya Memperkenalkan Nilai Diri
Menurut rangkaian pembahasan dalam seminar, memperkenalkan nilai diri memerlukan pendekatan yang berkesinambungan. Ini meliputi kejelasan dalam menyampaikan keahlian, konsistensi dalam tindakan, dan kesadaran akan audiens yang ingin dicapai. Pesan yang muncul selama kegiatan mengarah pada perlunya strategi komunikasi yang jelas agar pencapaian dan kompetensi dapat dipahami oleh pihak yang berkepentingan, termasuk calon pemberi kerja, mitra, atau komunitas profesional.
Mahasiswa didorong untuk melakukan refleksi mengenai apa yang membuat mereka berbeda dan bagaimana menyusun narasi yang relevan. Narasi tersebut sebaiknya menjelaskan manfaat konkret dari kemampuan yang dimiliki dan bagaimana kontribusi itu terlihat dalam konteks yang lebih luas.
Seminar juga menempatkan peran publik sebagai faktor penentu dalam proses pengenalan nilai diri. Karena persepsi publik mempengaruhi peluang dan akses, ada keharusan bagi individu untuk membangun kesan yang konsisten dan autentik agar dapat menjembatani antara prestasi yang dimiliki dan pengakuan yang diharapkan.
Kegiatan yang digelar di Bekasi ini menegaskan bahwa persoalan personal branding bukan hanya urusan citra semata, melainkan bagian dari strategi karier jangka panjang. Bagi mahasiswa, pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa kemampuan dan prestasi yang dimiliki dapat memberi manfaat nyata dalam perjalanan profesional mereka.
Dengan dorongan untuk berani menampilkan nilai diri, pesan utama yang diangkat adalah perlunya kombinasi antara kompetensi yang kuat dan kemampuan untuk mengomunikasikan keunggulan tersebut secara efektif. Landasan ini diharapkan membantu mahasiswa lebih siap menghadapi persaingan dan memanfaatkan peluang di era digital.
