kerjasama asean china - ilustrasi berita Kerjasama ASEAN China Perlu Diperkuat di Tengah Ketidakpastian Global, Kata…

Kerjasama ASEAN China Perlu Diperkuat di Tengah Ketidakpastian Global, Kata Sekjen ASEAN

Kerjasama ASEAN China perlu diperkuat di tengah ketidakpastian global, tegas Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, dalam Forum Jakarta 2026. Forum tersebut digelar untuk memperingati ulang tahun kelima perkongsian strategik komprehensif antara ASEAN dan China.

kerjasama asean china - ilustrasi berita Kerjasama ASEAN China Perlu Diperkuat di Tengah Ketidakpastian Global, Kata…

Kao menekankan bahwa hubungan kemitraan antara kedua pihak terus menunjukkan kemampuan untuk berkembang dan menjadi lebih dinamis. Ia juga mencatat bahwa China dan ASEAN tetap saling menjadi mitra dagang utama, dengan nilai perdagangan dua arah yang melampaui AS$1 triliun pada 2025.

Kerjasama ASEAN China: Lima prioritas ke depan

Dalam pidatonya, Kao menguraikan lima prioritas utama yang harus menjadi fokus kerjasama ASEAN China ke depan. Pertama adalah menjaga keamanan dan kestabilan kawasan sebagai prasyarat bagi kemakmuran bersama. Kedua, mendorong transformasi digital dan inovasi agar negara-negara di kawasan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pembangunan.

Prioritas ketiga yang disebutkan adalah memperkuat kerja sama di bidang energi, termasuk upaya transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan ketahanan pasokan. Keempat, meningkatkan daya tahan terhadap ancaman lintas batas, mencakup isu-isu yang bersifat transnasional. Kelima, memperdalam keterhubungan antarpopulasi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai negara.

Pendekatan yang diusulkan: Praktis, inklusif, berpusat pada rakyat

Kao menegaskan bahwa bentuk kerjasama yang lebih kuat mesti bersifat berpandangan ke depan, praktis, inklusif, dan berpusat pada rakyat. Pendekatan ini dimaksudkan agar setiap inisiatif tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi kesejahteraan, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Menurutnya, dalam menghadapi kondisi global yang berubah cepat, termasuk tekanan iklim dan kemajuan teknologi yang melaju lebih cepat daripada kebanyakan kerangka tata kelola, kolaborasi yang konkret dan implementatif menjadi sangat penting. Ia menilai bahwa penguatan hubungan bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak.

China dorong percepatan ACFTA 3.0 dan keterbukaan pasar

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, menegaskan bahwa China dan ASEAN adalah tetangga dekat yang berbagi masa depan bersama. Wang menyatakan perlunya kedua pihak terus berkomitmen pada keterbukaan dan kerja sama untuk mendorong pembangunan yang sehat serta stabil.

Wang mendorong percepatan pelaksanaan Protokol Naik Taraf Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN (ACFTA) 3.0 sebagai langkah untuk membangun pasar serantau yang lebih terbuka. Ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan keterjaminan pangan dan energi serta menjaga stabilitas rantai pasok melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Perluasan kerja sama dalam ekonomi digital dan tantangan iklim

Selain isu perdagangan dan energi, Wang mengajak ASEAN dan China memperluas kerja sama dalam ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), penanganan perubahan iklim, energi bersih, ekonomi biru, dan pertanian. Tujuannya agar seluruh lapisan masyarakat di kawasan bisa menikmati manfaat pembangunan yang inklusif dan proses pemodenan.

Kedua pejabat menekankan bahwa penguatan kerja sama di sektor-sektor tersebut dapat membantu mengatasi tantangan bersama sekaligus membuka peluang baru untuk pembangunan bersama. Mereka melihat perpaduan antara kebijakan yang berpandangan ke depan dan implementasi teknis sebagai kunci untuk mencapai tujuan bersama.

Tantangan geopolitik dan daya tahan regional

Kao juga memperingatkan bahwa kondisi geopolitik saat ini semakin kompleks, sementara potensi fragmentasi ekonomi juga meningkat. Tekanan iklim kian intensif dan laju kemajuan teknologi seringkali melampaui kapasitas kerangka tata kelola yang ada. Di tengah kondisi tersebut, memperkuat kerjasama menjadi strategi penting untuk mempertahankan stabilitas dan meningkatkan daya tahan kawasan.

Dengan landasan kerja sama yang lebih erat, kata Kao, ASEAN dan China dapat menanggapi ancaman lintas batas secara lebih efektif, menjaga keamanan kawasan, serta memanfaatkan peluang transformasi digital dan inovasi demi kemakmuran bersama.

Forum Jakarta 2026 menjadi panggung bagi kedua belah pihak untuk menegaskan komitmen memperdalam kerjasama dalam berbagai dimensi, dari perdagangan dan energi hingga teknologi dan ketahanan sosial. Para pemimpin berharap bahwa langkah-langkah konkret yang dibahas di forum tersebut dapat memperkuat hubungan dan mewujudkan manfaat yang luas bagi rakyat di kawasan.