Anne Imhof membawa karya terbaru dan sebuah pertunjukan balet berjudul House of Swans dalam pameran tunggal besarnya yang untuk pertama kali digelar di Asia. Pameran ini akan dipamerkan di Tai Kwun Contemporary, Hong Kong, sebagai rangkaian proyek yang menjanjikan pertemuan disiplin antara seni visual dan pertunjukan.

House of Swans menampilkan komisi monumental yang meliputi lukisan minyak, patung perunggu, instalasi suara, dan video, serta pertunjukan balet yang melanjutkan narasi yang dibentangkan oleh kerja-kerja tersebut. Pameran ini dikuratori oleh Ying Kwok dan Tiffany Leung dan terbentang di tiga lantai institusi.
House of Swans: Konsep dan ruang
Penyelenggara menyebut pameran ini sebagai rangkaian “perjumpaan penuh daya” yang mengeksplorasi kehadiran tubuh, pembatasan, dan otoritas. Di ruang pamer, kehadiran objek-objek monumental dan instalasi suara berupaya menciptakan atmosfer yang menghubungkan pengalaman visual dengan aksi tubuh yang tampil di atas panggung.
Balet sebagai lanjutan naratif
Pemain dan kolaborasi
Pentas akan menampilkan musisi dan penari dari Hong Kong Ballet, serta penari balet Amerika sekaligus pasangan Imhof, Devon Teuscher. Keterlibatan penari-penari lokal bersama kolaborator internasional menegaskan pendekatan lintas-batas yang menjadi ciri proyek ini, sekaligus menempatkan tubuh sebagai pusat pembacaan artistik dalam situasi yang dipertanyakan oleh Imhof.
Rujukan klasik dan inspirasi
House of Swans menarik inspirasi dari urutan balet penutup DOOM, salah satu pertunjukan Imhof yang paling rumit dan kolosal, yang secara longgar berakar pada Romeo and Juliet karya Shakespeare—momen di mana Imhof pertama kali bertemu dengan Teuscher. Selain itu, pertunjukan ini secara sadar merujuk pada bentuk-bentuk balet klasik seperti Swan Lake dan Giselle untuk membuka kisah asal-usul Swans dan menggambarkan bagaimana mereka menjadi semacam wangsa ketiga, di samping kubu Capulet dan Montague dalam kisah asalnya.
Dalam wawancara, Imhof menyatakan ketertarikannya pada bentuk-bentuk seni pertunjukan klasik. “Saya tertarik pada bentuk seni pertunjukan seperti balet karena saya ingin menceritakan kisah yang berbeda,” ujar Imhof. Ia menegaskan bahwa penggunaan balet bukan untuk mengukuhkan otoritas tertentu, melainkan upaya untuk mengambil kembali bentuk tersebut dari pemakaian politis atau ideologis yang mungkin telah melingkupinya.
Jadwal dan akses pameran
Pameran akan berlangsung dari 25 September hingga 3 Januari 2027 di Tai Kwun Contemporary, yang berlokasi di Central, Hong Kong. Pertunjukan khusus dijadwalkan pada 25 dan 26 September sebagai pembukaan, dan akan ada pertunjukan lain sepanjang masa pameran. Informasi lebih rinci mengenai jadwal pertunjukan dan pemesanan tiket tersedia melalui saluran resmi Tai Kwun Contemporary.
Produksi ini menandai langkah penting bagi Imhof sebagai pameran tunggal besar pertamanya di Asia, sekaligus memperluas jejak karya-karya yang menggabungkan seni visual dan seni pertunjukan. Penonton di Hong Kong mendapatkan kesempatan menyaksikan pameran yang menggabungkan instalasi skala besar dan panggung balet dalam satu rangkaian konseptual yang intens.
Sementara pameran ini menghadirkan bentuk-bentuk karya yang beragam, perhatian utama tetap pada bagaimana tubuh tampil dan ditempatkan dalam ruang yang penuh pembatasan serta relasi otoritas. Pendekatan Imhof membuka ruang diskusi tentang peran tradisi artistik klasik ketika dihadapkan pada kondisi sosial dan politik kontemporer yang kacau.

